Selasa, 26 November 2013
PIKIRKAN YANG BAIK
“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang
sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”
(Filipi.4:8)
Pernahkah Saudara mengunjungi sebuah taman bermain, baik pada saat Saudara masih kanak-kanak maupun saat Saudara telah dewasa? Tahukah Saudara bahwa mayoritas permainan yang disukai oleh kebanyakan orang justru adalah permainan yang sifatnya menantang bahaya, memacu andrenalin, dan membuat mereka mengeluarkan teriakan-teriakan histeris? Mengapa demikian? Kita kerap terobsesi dan cenderung mengingat pengalaman-pengalaman hidup yang dramatis, dengan kata lain pengalaman hidup yang membuat kita naik dengan cepat atau menukik tajam. Dan sebaliknya, kita kerap mengabaikan pengalaman-pengalaman hidup yang mengangkat kita dengan perlahan. Masalahnya adalah peristiwa-peristiwa dramatis yang paling sering diingat adalah peristiwa yang menyedihkan dan menyakitkan. Peristiwa-peristiwa ini mendorong kita mengasosiasikan kehidupan kita sesuai dengan peristiwa yang paling sering kita ingat.
Ada seorang gadis kecil yang cantik, seluruh keluarganya selalu mengatakan dia cantik. Tapi sebaliknya, dia sering mengatakan bahwa dirinya tidak cantik, bahkan dia menolak ketika ada orang yang menyebut dirinya cantik. Ternyata ada seorang teman di sekolahnya yang suka menggodanya dengan mengatakan dia jelek. Dari banyak orang yang mengatakan dirinya cantik, dia justru mempercayai ucapan satu orang temannya yang mengatakan dia jelek.
Orang-orang di sekitar kita tidak selalu mengatakan atau melakukan hal-hal baik kepada kita, terkadang mereka mengatakan atau melakukan sesuatu yang menyakiti kita. Kita mungkin tidak membalas apa yang mereka lakukan kepada kita, tapi bukan berarti kita tidak mengingat-ingat dan mempercayai mereka. Oleh sebab itu, kita harus belajar untuk melihat diri kita dari kacamata Allah, yaitu Firman Tuhan, dan bukan dari apa yang dilihat oleh orang-orang di sekitar kita. Dengan begitu kita akan belajar menghargai diri kita sendiri.
RESPON YANG TEPAT BUKAN HANYA DIWUJUDKAN MELALUI PERBUATAN, TAPI JUGA DI DALAM PIKIRAN.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar